Minggu, 08 Maret 2015

sejarah museum Geologi

SEJARAH MUSEUM GEOLOGI

Standar
SEJARAH MUSEUM GEOLOGI
 Museum geologi
Museum ini didirikan pada 16 Mei 1928 dan kemudian direnovasi dengan bantuan dana dari JICA (Japan International Cooperation Agency). Museum Geologi terletak di Jalan Diponegoro, dekat Gedung Sate. Di museum, Anda dapat memperoleh berbagai informasi yang berhubungan dengan geologi dan melihat beberapa koleksi menarik, seperti tengkorak (fosil) dari manusia pertama di dunia, kerangka fosil hewan prasejarah, 156 kg meteorit yang jatuh pada 30 Maret 1884 di Jatipelangon, Madiun. Sebagai sebuah monumen bersejarah, museum ini dianggap sebagai warisan nasional dan dilindungi oleh peraturan pemerintah. Yang menyimpan dan mengelola materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, dan mineral yang dikumpulkan selama kerja lapangan di Indonesia sejak 1850.
Sebuah SINGKAT MUSEUM GEOLOGI BANDUNG
Museum Geologi awalnya berfungsi sebagai laboratorium dan penyimpanan hasil penyelidikan geologi dan pertambangan dari berbagai wilayah Indonesia. Kemudian, ia dikembangkan untuk tidak hanya sebagai fasilitas penelitian tetapi juga sebagai fasilitas pendidikan, fasilitas yang menyediakan berbagai informasi tentang geologi dan pariwisata.
Pergeseran fungsi museum sesuai dengan kemajuan teknologi membuat Museum Geologi menjadi:
tempat untuk pendidikan non formal yang berhubungan dengan bumi dan usaha pelestariannya.
tempat di mana orang melakukan kajian awal sebelum penelitian lapangan. Dalam konteks ini, museum ini berfungsi sebagai pusat informasi geologi yang menggambarkan kondisi geologi alam Indonesia dalam bentuk koleksi alat bantu visual.
sebuah Geotourism objek menarik.
Bandung Museum Geologi terbagi menjadi beberapa ruang pameran yang menempati lantai pertama dan kedua.
Pertama Lantai
Terbagi menjadi 3 ruang utama: Ruang orientasi, ruang barat sayap dan ruang sayap timur.
Orientasi Room
ruangan berisi peta geografi Indonesia dalam bentuk relief layar lebar menampilkan animasi dari kegiatan geologi di Indonesia. Ruangan itu juga disediakan oleh informasi museum dan pendidikan dan pelayanan penelitian.
West Wing Room
ruangan ini dikenal sebagai ruang geologi Indonesia, yang terdiri dari beberapa kamar / bilik memberikan informasi yang berkaitan dengan:
Hipotesis pembentukan bumi dalam tata surya.
Daerah tektonik rangka yang membentuk geologi Indonesia; diwujudkan dalam bentuk mock-up model pergerakan lempeng bumi aktif.
Kondisi geologi Sumatera, Jawa, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara dan Papua.
Selain model dan panel informasi, masing-masing bilik di ruangan ini juga menunjukkan berbagai jenis batuan (beku, sedimen, malihan) dan sumber daya mineral dari berbagai daerah di Indonesia. Dunia batuan dan mineral menempati bilik barat yang memamerkan beragam jenis batuan, mineral dan komposisi kristalografi dalam bentuk panel dan menampilkan asli. Ruangan yang sama juga menunjukkan aktivitas penelitian geologi Indonesia termasuk berbagai peralatan / perlengkapan lapangan digunakan, pemetaan dan fasilitas penelitian, hasil dari kegiatan seperti peta (geologi, geofisika, gunung api, geomorfologi, gempa bumi tektonik dan lebih), dan beragam koleksi publikasi atau sastra sebagai sarana sosialisasi data dan informasi geologi Indonesia. Di pojok jalan itu, gunung berapi yang divisualisasikan untuk melakukan keadaan beberapa gunung berapi aktif di Indonesia termasuk: Tangkuban Perahu, Krakatau, Galunggung, Merapi dan Batu. Selain panel informasi, ruangan ini dilengkapi dengan model-Kelut-Semeru Bromo kompleks gunung berapi. Beberapa sampel batuan hasil kegiatan gunung berapi yang ditampilkan dalam lemari kaca.
East Wing Room
Ruangan menggambarkan sejarah hidup pertumbuhan makhluk ‘dan pengembangan, dari yang primitif ke yang modern. Ruang ini dikenal sebagai Ruang sejarah kehidupan.
Gambar panel menghiasi dinding ruangan diawali dengan informasi tentang keadaan bumi yang terbentuk sekitar 4, 5 miliar tahun lalu, ketika paling primitif fana pun belum ditemukan belum. Beberapa tahun miliaran kemudian, disaat bumi sudah mulai tenang, lingkungannya mendukung pertumbuhan beberapa jenis tanaman memiliki sel – tunggal, yaitu adanya catatan dalam bentuk fosil. Bony reptil – raja kembali ukuran yang menguasai kehidupan masa Mesozoikum Tengah akhir (210-65 juta tahun lalu) model dalam bentuk replika fosil Tyrannosaurus Rex Osborn (Jenis Salamander buas karnivora) yang lelah panjang 19 m, heighth 6,5 m dan berat 8 ton. Awal kehidupan di bawah matahari dimulai dari sekitar 3 milyar tahun yang lalu di sini setelah berkembang dan berevolusi hingga sekarang. Evolusi jejak mamalia yang hidup di Era Tersier (6, 5-1, 7 juta tahun lalu) dan Kuarter (1, 7 juta tahun yang lalu hingga sekarang) di Indonesia yang terekam baik melalui fosil-fosil binatang menyusui (gajah, badak, kerbau, kuda nil) dan hominid yang ditemukan di beberapa tempat geologi khususnya di Jawa. Korps fosil tengkorak manusia – kuno yang ditemukan di Indonesia adalah (Homo erectus P. VIII) dan beberapa tempat lainnya di dunia terkoleksi dalam bentuk replikanya. Dan juga dengan artefak dimanfaatkan, yang membedakan pertumbuhan kultur – kuno dari waktu ke waktu? Prop dari stratigrafi sedimen Kuarter daerah Sangira, Trinil dan Mojokerto (Jawa Timur) yang sangat berarti dalam mengungkapkan evolusi manusia dan sejarah – model kuno dalam bentuk panel dan maket. Sejarah Bandung Danau pembentuk yang legenda disajikan dalam bentuk panel di ujung ruangan. Fosil ular dan ikan yang ditemukan pada lapisan tanah bekas Danau Bandung serta artefak diperagakan dalam bentuk aslinya. Artefak yang terkumpul dari beberapa tempat di pinggiran Danau Bandung menunjukkan bahwa danau telah dihuni sekitar 6000 tahun yang lalu oleh pra-sejarah manusia. Informasi lengkap tentang fosil dan sisa-sisa kehidupan masa lalu ditempatkan pada bilik tersendiri di Ruang Sejarah Kehidupan. Informasi yang disampaikan diantaranya adalah proses pembentukan fosil, termasuk batubara dan minyak bumi, selain keadaan lingkungan – kuno.
Kedua Lantai
Terbagi menjadi 3 ruang utama: ruang barat, ruang tengah dan ruang timur
Barat ruangan
Ditempati oleh staf museum
Sedangkan ruang tengah dan ruang timur di kamar 2 digunakan untuk demonstrasi, dan mereka dikenal sebagai ruang geologi untuk kehidupan manusia.
Ruang Tengah
Contained maket pertambangan emas terbesar di dunia, yang terletak di Gunung Dari tengan Irian Jaya. Tambang strip dari Gransberg adalah memiliki cadangan sekitar 1.186 ton miliaran, dengan konten, tembaga 1 02%, emas 1, 19 gram / ton perak dan 3 gram / ton. Aliansi beberapa tambang strip dan tambang bawah tanah aktif di sekitarnya memberikan cadangan bijih sebanyak 2, 5 ton miliar. Bekas Tambang Ertsberg (Gunung Bijih) di sebelah timur sisi Grasberg ditutup pada tahun 1988 merupakan situs geologi dan tambang yang dapat dimanfaatkan serta dikembangkan menjadi objek geo – pariwisata menarik. Contoh batuan Beberapa Irian Jaya (Papua) disusun dan dipamerkan di kotak keseimbangan sekitar maket. Oilrig miniatur dan gas bumi adalah juga model di sini.
Timur Room
Terbagi menjadi 7 ruangan kecil, yang memberikan informasi tentang aspek positif dan negatif tataan geologi bagi kehidupan manusia, khususnya di Indonesia.
Kamar 1 adalah menyajikan informasi tentang manfaat dan kegunaan mineral atau batu bagi manusia, serta panel gambar sebaran sumber daya mineral di Indonesia.
Kamar 2 adalah presentasi kegiatan catatan eksploitasi sumber daya mineral dan eksplorasi.
Kamar 3 ini berisi informasi tentang pemakaian mineral dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui modern dan juga tradisional.
Kamar 4 adalah membuat pengolahan dan pengelolaan komoditi mineral dan energi.
Kamar 5 sedang menjelaskan informasi tentang berbagai jenis bahaya geologi (aspek negatif) seperti tanah longsor, gunung meletus, dll
Ruang 6 menyajikan informasi tentang aspek positif geologi terutama berkaitan dengan gejala gunung berapi.
Ruang 7 menjelaskan tentang sumberdaya air dan pemanfaatannya, juga pengaruh lingkungan terhadap kelangsungan sumber daya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar